apa sebuah konsistensiuitas akan bisa dirubah . ?
sepertinya aku bilang tidak.!!
entah apa rasa yang mengalir disetiap denyut nadi atau segala pikiran yang hanya satu ini.atau suara2 yang lirih-lirih terdengae sehingga aku tak bisa memastikan "apa" yang seharusnya aku mengerti. beberapa hari yang lalu aku merasakan dada sebelah dalam sakit , dan mata tertatap kosong menyesali "apa yg aku perbuat" yg aku sendiri tak mengerti dia. Hingga embun pun mengikuti manisnya pipiku. Aku sedikit merenungkan sesuatu, Kenapa ini selalu terjadi berulang kali , bahkan puluhan ribukali aku mengalaminya. Seperti orang bego dan tolol. hingga aku pun kuat untuk berlari melampiaskan rasa kekesalan ini. tapi aku tak bisa menghindar untuk lari begitu saja dari akar permasalahan ini.
selalu berulang kali aku hapus memori "kelam, sedih, kesal" ini. namun terkadang sejuta lupa akan kejahatanya ini , aku mudah saja memaafkan . apa ini ? masih belum ku mengerti. sejenak aku merenungkan, berpikir panjang sampai terkadang aku tak mampu memikirkannya. kata maav yang ingin aku lontarkan 2 hari yang lalu, maav aku tak pernah membuat mu tersenyum, maav karna aku pernah menjadi egois terhadapmu( kadang selalu dan kamu yang selalu tak lelah mengucapkan kata mmaav sehingga aku tak lagi kesal) , maav buad ketidaknyamanaanku dirumahmu, maav atas tingkahku yang membuat mu malu, maav karena aku pernah jadi bagian hidup yang tak diundang , maav karena kamu selalu merasa jengkel jika ada aku, maav pernah memberimu rasa sakit, maav karena aku tak pernah peduli, maav aku tak akan memberikan waktuku lagi untukmu karena menurut aku kamu bisa akan tersenyum bebas n lebih menyenangkan tanpa pernah mengenal ku, maav aku telah membuat anjingmu trauma sama aku. maav karena perlakuanku ini semua.
aku sudah hapus semua memori fisik darinya.semua jengkal jejaknya. dan aku putuskan buat bangkit . Menjangkitkan diri pada virus lupa., tak peduli, .
apa dikemudian hari setelah aku menulis note ini. akan terjadi hal yang sama?kau datang dan pergi sesuka hatimu dengan sejuta alasan dan kata-kata ? aku tak tahu. aku hanya ingin mengalir seperti air, tanpa perasaaan dan kata-kata tetapi hanya dengan sebuah ekspresi datar saja...
kekejaman atau kesedihan , dan ketidak adanya senyum ini akan jadi kenangan indah. entah appa tinggkah anda yang akan kau perlakukan padaku lagi ? aku hanya bisa menebak! akan terulang. tapi saat keaadaan itu berulang aku mungkin ingin pergi darimu. terimakasih kekecewaan ini terimakasih rasa perih dan sakit ini. .selamat karena anda pernah menjadi bagian terpenting dalam hidup saia. .sekian
No comments:
Post a Comment