Monday, May 16, 2011

ketika mahasiswa tak punya tempat lagi

ketika semua terinjak atas nama kekuasaan
ketika semua tetinjak atas nama pangkat
ketika semua terinjak atas nama uang

sampai dimana, ilmu pengetahuan ini akan tersalurkan?
di titik mahasiswa hanya menjadi mesin uang untuk memeproleh modal

aku terehran-heran ketika sayur hijau ku kangkung dan si manis terong,
harus pergi tergusur atas nama kekuasaan

atas perebutan lahan,
lahan yang berubah menjadi kebon buah naga ?
yaa, aku hanya bisa tertawa
dg menyebutkan nama kampusku

miris, ketika pempimpin ini tak mau bersabar
menanti hasil praktikum mahasiswanya,
demi visi misi kampus ini,

ketika lahan ini penuh sesak diantara derunya semangat aroganisme individu,
dia hanya bisa diam dan menangis,
mahasiswa ku mahasiswa ku
kamu dimana? aku merindukanmu
merindukan saling irinya kalian merawatku
menginjakiku dg sepeda bermesin warnawarni
suara gaduh kalian saat sabtu pagi itu . .
kalian dimana ? aku merindu


lagi-lagi aku heran dengan teeman seperjuanaganku
yang bermaksud baik namun penuh kearoganannya.
meminta sebagian hektar lahan praktikum ini
hanya, hanya tak mau kalah dengan atasannya dan birokrasinya

buat apa kawan ? buat apa ?
but kantong kalian yang mulai menipis ?
buat kearoganan kalian memeimpin kami ?
buat groupgroup tak bertuan.?

kita mahasiswa sayang, kembangkan dirimu untuk sebuah proses yang benar.
proses skill kita untuk kemajuan bangsa,
bukan untuk kantong2 jurusan fakultas kita.

belajarlah kawan mencari teman
mencari pembangun karakter kita,

bukan begini kawan bukan.

maav atas keegoisan seorang mahasiswa yang tidak mau diatur oleh indahnya kekuasaan


ruang tamu soresore
ketika pikiran ini mulai jenuh dengan aroganisme kawan sendiri
bersama tenggelamnya rasa kekeluargaaan anatar kita.
ketika menghilang bersama deru ombak materi. .

16mei 2011